Home

Headline News


Indonesia- China kerja sama alih teknologi pertahanan


Rabu, 22 Pebruari 2012

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) menyepakati kerja sama industri pertahanan kedua negara perlu diarahkan untuk pengembangan alih teknologi.      Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, menyebutkan selain itu program saling kunjung antarpemimpin militer, pendidikan, pertukaran siswa, pelatihan personil dan latihan bersama khususnya dalam kerangka anti perompakan dan anti terorisme akan terus ditingkatkan.  Dalam kerangka itu, keduanya akan membentuk kelompok kerja untuk mempelajari dan memberikan masukan... Baca Lebih Lengkap...

Latihan Perang: Agresi di Laut Natuna


Rabu, 22 Pebruari 2012

Dermaga Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan TNI AL di Mentigi, Bintan, meledak oleh bom dari pesawat musuh. Bom juga dijatuhkan ke Kapal Republik Indonesia Banda Aceh, KRI Yos Sudarso, dan KRI Siliman yang berlabuh di dermaga tersebut.     KRI Banda Aceh yang baru bergabung dengan armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut pada Maret 2011 itu terbakar di bagian dek helikopter. Beberapa awak kapal pendarat itu terluka dalam serangan mendadak tersebut dan segera dievakuasi oleh tim medis. Awak kapal lainnya menembakkan senjata ke pesawat musuh dari dek atas kapal buatan PT PAL... Baca Lebih Lengkap...

Pererat Kerja Sama Militer, Menhan RI Kunjungi Cina


Selasa, 21 Pebruari 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama pejabat lainnya melakukan kunjungan ke Cina pada 19-21 Februari dalam rangka memenuhi undangan Menteri Pertahanan Cina Jenderal Liang Guanglie.   "Segera setelah mendarat di Beijing, pada hari pertama Menhan melakukan kunjungan, menggelar diskusi, serta meninjau dua kompleks industri pertahanan Cina yang terkait dengan produksi peluru kendali," tulis siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing yang diterima Republika, Senin (20/2). Dalam kunjungan dinas tersebut, Purnomo didampingi oleh... Baca Lebih Lengkap...

Kapal Cepat TNI AL bakal Dilengkapi Rudal Indonesia-China


Selasa, 21 Pebruari 2012

JAKARTA--MICOM: Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI Angkatan Laut akan dipersenjatai dengan peluru kendali C-705 yang akan diproduksi bersama Pemerintah Indonesia dan China.      Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Soemartono di Jakarta, Senin (20/2), mengatakan saat ini kedua pemerintah tengah menjajaki produksi bersama peluru kendali tersebut. "Kami sudah melakukan uji coba terhadap rudal C-705 sebanyak dua kali, dan hasilnya sangat bagus untuk melengkapi persenjataan KCR-KCR TNI Angkatan Laut," ungkapnya.  Soemartono mengemukakan... Baca Lebih Lengkap...

1000 Senjata Eks Konflik Beredar di Aceh


Selasa, 21 Pebruari 2012

VIVAnews - Kepolisian Daerah Aceh mengumpulkan sembilan unit senjata ilegal yang beredar di masyarakat hingga menjelang berakhirnya Maklumat Polda Aceh kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata ilegal. Mulai besok polisi akan mendatangi rumah warga yang terdata menyimpan senjata tanpa izin.     Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo mengatakan sembilan senjata yang telah diamankan Polda Aceh itu tiga di antaranya diserahkan warga. Sementara enam lainya adalah hasil temuan dari operasi dan razia aparat. "Sembilan pucuk senjata ini hanya di wilayah Banda Aceh... Baca Lebih Lengkap...

Indonesia-China mantapkan alih teknologi peluru kendali


Selasa, 21 Pebruari 2012

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705.     Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin di Jakarta Senin mengatakan, proses alih teknologi menjadi syarat utama dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, termasuk peluru kendali dari China. "Selain itu, kita juga telah menjajaki kerja sama produksi bersama rudal tersebut sebagai produk nasional," kata Brigjen Hartind Asrin menambahkan. Rangkaian proses alih teknologi itu antara... Baca Lebih Lengkap...

Patek Bantah Rencanakan Bom Bali I


Selasa, 21 Pebruari 2012

Jakarta – Asludin Hatjani, pengacara Umar Patek, menilai dakwaan jaksa yang menjerat kliennya dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak tepat. Menurut dia, pada saat di Bali, terdakwa terorisme itu hanya diminta ikut meracik bom, tapi tidak turut serta dalam perencanaan peledakan Bom Bali I.     “Penempatan Pasal 340 KUHP itu tidak tepat, karena pasal itu adalah perencanaan pembunuhan. Kalau dilihat dari kronologi, tidak terungkap keterlibatan klien kami dalam perencanaan,” kata Asludin, seusai sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat... Baca Lebih Lengkap...

RUU Kamnas Jangan Timbulkan Friksi TNI-Polri


Senin, 20 Pebruari 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Persatuan Pensiunan ABRI (Pepabri) Agum Gumilar, menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional (Kamnas) perlu disempurnakan. Dia menilai, pembahasan RUU Kamnas layak dikritisi bersama agar tercipta kesempurnaan dengan tujuan dan tidak timbul perpecahan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).    "RUU Kamnas memang perlu disempurnakan agar tidak menimbulkan friksi," kata Agum di sela seminar Dengan Mempedomani Konstitusi Dasar Negara, Kita Ciptakan Tata Kelola Keamanan yang... Baca Lebih Lengkap...

RI-China perkuat kerja sama pertahanan


Senin, 20 Pebruari 2012

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah terjalin baik, utamanya dalam industri pertahanan.     Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat petang mengatakan, komitmen memperkuat kerja sama industri pertahanan keduua negara menjadi salah satu topik utama bahasan antara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan mitranya Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie di Beijing pekan depan. "Kami sudah melakukan banyak kerja... Baca Lebih Lengkap...

Konflik Bandara El Tari belum Ada Titik Terang


Senin, 20 Pebruari 2012

Setelah kasus Mesuji di Lampung dan Sumatera Selatan serta Bima, Nusa Tenggara Barat, konflik serupa terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar 200 warga dari enam suku berusaha menduduki Bandara El Tari Kupang, Jumnat 17 Februari 2012 lalu.     Aksi itu merupakan puncak dari kemarahan warga asal enam suku yang bermukim di sekitar bandara. Pasalnya, tanah bandara tersebut, termasuk tanah yang kini dibangun fasilitas negara seperti Markas TNI Angkatan Udara (AU), kargo, Kantro BMKG Stasiun El Tari, PT Angkasa Pura I, lapangan golf, dan tanah kosong yang seluruhnya seluas... Baca Lebih Lengkap...

Pencarian

Polling

Apakah penyerangan Israel ke Lebanon dan Palestina termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap
 

Buku IDSPS

  • Buku IDSPS
  • Buku IDSPS
 

IDSPS Video Streaming

Agenda Kegiatan

Belum ada kegiatan untuk saat ini.
Lihat Kalender Penuh

Komentar Terkini

TEKNOLOGI MILITER I...
Hargailah para ahli dalam negeri itu supaya mereka...
RUU Kamnas Miliki ba...
Hermawan Sulistyo itu bukan pemerhati masalah mili...
Dewan Akan Lahir den...
Pak Babu yang terhormat, bukankah gubenur/bupati/w...
Polri di bawah Pres...
ya..iya..Pak, bapak setuju Polri masih dibaawah Pr...

Galeri Acak