Lagi, Penduduk Sipil Tewas Ditembak Polisi |
|
|
| Ditulis Oleh Koran Tempo, 26 Juni 2009 | |
| Jumat, 26 Juni 2009 | |
|
Kekerasan kembali terjadi di Papua. Kemarin Melkianus Agapa, penduduk Nabire, tewas diterjang peluru polisi. Salah seorang penduduk yang berada di lokasi kejadian, Joko, mengatakan penembakan terjadi pukul 15.30 waktu setempat. Awalnya Melkianus dan beberapa orang yang sedang mabuk membuat onar di Pasar Siriwini, Nabire. Beberapa penduduk yang merasa terganggu kemudian melaporkan Melkianus dan kawan-kawannya ke polisi. Ketika ditegur oleh polisi, Melkianus dan kawan-kawannya malah melawan. Akibatnya, terjadi ketegangan sehingga polisi melepaskan tembakan. Melkianus pun tewas di tempat. Juru bicara Kepolisian Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Nurhabri, kemarin mengaku belum mendapat laporan soal penembakan di Nabire. "Saya baru pulang dari pemakaman (Brigadir Dua Ahmad), belum mendapat laporan soal itu. Nanti saya cek dulu," kata Nurhabri. Dalam sepekan terakhir, peluru telah menerjang tiga orang. Pada Senin lalu, bocah lelaki berusia 13 tahun, Isak Psakor, ditembak pasukan Tentara Nasional Indonesia yang menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Pos Bewani, Papua. Hingga kemarin, Isak masih dirawat di Rumah Sakit Dok 2, Jayapura. Dua hari kemudian, anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Dua Ahmad L., tewas setelah kontak senjata dengan sekelompok orang tak dikenal di Sanoba, Papua. Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel Infanteri Susilo mengatakan enam anggota satuan tugas pengamanan perbatasan dari Batalion Infanteri 725, Woroagi, sudah diperiksa terkait dengan kasus salah tembak terhadap Isak ini. Keenam tentara itu hingga kemarin masih berstatus sebagai saksi. Menurut pengakuan mereka, petugas tidak mengetahui bahwa peluru yang ditembakkan mengenai korban. Penyidik juga masih kesulitan menentukan pelaku. Pasalnya, muntahan peluru yang mengenai Isak belum diketahui pasti pemiliknya. Namun, dia berjanji proses hukum terhadap kasus ini tetap berjalan. |